Jumat, 08 Januari 2010

Penjudi itupun bertobat di hadapan sang Syaikh


13.jpgSyarif Al-Baghdadi berkata, Di sebelah rumah Syaikh Abdul Qadir terdapat seorang pria bernama AbduLlah bin Nuqtah yang sedang bermain judi. Karena dia menderita kekalahan besar, semua yang dimilikinya berpindah tangan. Kemudian ia berkata, “teruskan permainan, aku pasang tanganku” dan dia masih kalah pula. “Ulurkan tanganmu” kata lawan-lawannya. Ketika ia melihat pisau yang akan digunakan untuk memotong tangannya, dia menolak untuk melakukannya. Meraka berkata, ‘kalau begitu katakan ‘ aku kalah’. Dia juga menolak permintaan tersebut.
Tiba-tiba Syaikh Abdul Qadir Datang ke rumahnya dan berkata, ‘AbduLlah, ambil sajadah ini dan jangan katakana kepada mereka ‘aku kalah’. Kemudian beliau kembali kepada murid-muridnya dengan air mata berlinang. Saat para murid berkata kepadanya, beliau hanya berkata ‘Kalian akan melihatnya nanti’.
Si AbduLlah mengambil sajadah tersebut kenudian kembali bermain dan akhirnya mendapatkan semua yang tadi diambil darinya. Setelah itu ia menghadap Syaikh Abdul Qadir dan bertaubat di hadapan beliau. Dia juga menyerahkan seluruh hartanya. Dia adalah yang Syaikh Abdul Qadir dikatakan, “Ibnu Nuqtah datang setelah semuanya datang dan paling cepat sampai”. Beliau adalah salah seorang khawash sang Syaikh.

0 komentar:

Template by - Abdul Munir - 2008