Rabu, 09 Desember 2009

Keutamaan Bulan Rajab


firman Allah SWT, WASAARI’UU ILAA MAGHFIROTIM MIRROBBIKUM WAJANNATIN ARDHUHAASSAMAAWAATU WAL ARDHU U’IDDAT LILMUTTAQIIN (Ali Imran 133). Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,. Juga firman Allah Ta’ala, WA’ADALLAHULLADZIINA AAMANUU WA-AMILUSSHAALIHAATI LAHUM MAGHFIRATUN WA AJRUN ‘ADHIIM. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Firman Allah SWT ,”INNA IDDATA SYUHUUR ‘INDALLAAHI ITSNAA ‘ASYARA SYAHRAN FII KITAABILLAAHI YAUMA KHALAQASSAMAAWAATI WAL ARDHA. MINHA ARBA’ATUN HURUM – DZAALIKADDIINUL QAYYIM- FALAA TADHLIMUU FIIHINNA ANFUSAKUM – WAQAATILUUL MUSYRIKIINA KAAFATAW WA’LAMUU ANNALLAAHA MA’AL MUTTAQIIN. At-taubah 36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Adapun keutamaan bulan Rajab diantaranya adalah :

1. Diriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda, “barang siapa yang menghidupkan permulaan malam bulan Rajab, maka hatinya tidak akan pernah mati ketika banyak hati yang mati. Dan Allah mencurahkan kebajikan yang banyak dari atas kepalanya, dan dosanya keluar dari dirinya sehingga suci seperti ketika ia dilahirkan ibunya, dan ia akan memberikan syafaat bagi 70.000 orang yang telah ditetapkan sebagai ahli neraka”.

2. Selain menghidupkan malam awal bulan rajab, ada pula fadhilah mengerjakan shalat sunat di malam hari pada bulan rajab sebagaimana yang disabdakan Naby Muhammad SAW, Yang artinya, barang siapa yang mengerjakan shalat ba’dal maghrib 20 reka’at pada bulan rajab dimana dibacakan pada setiap reka’atnya alfatihah dan surat al-ikhlas, dan melakukan salam dengan 10 kali salam maka Allah SWT akan menjaganya dan keluarganya dan kerabatnya dari bala’ dunia dan adzab akhirat”.

Di lain tempat RasululuLlah SAW menerangkan keutamaan berpuasa di bulan rajab yaitu barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan rajab karena iman dan yakin akan pahala yang dijanjikan maka pastilah ia berhak atas ridho Allah Yang Maha Besar. Barang siapa yang berpuasa dua hari pada bulan rajab, maka penduduk langit dan bumi tidak dapat mensifati / menggambarkan dia sebab besarnya kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya. Barang siapa yang berpuasa tiga hari maka ia akan diamankan dari bala’ dunia dan adzab akhirat dan dari penyakit judzam dan penyakit baros, dan diselamatkan dari fitnah dajjal. Dan barang siapa yang berpuasa tujuh hari pada bulan rajab maka ditutup baginya tujuh pintu neraka. Dan barang siapa yang berpuasa 8 hari pada bulan rajab maka akan dibukakan baginya 8 pintu-pintu surga, barang siapa yang berpuasa 10 hari di bulan rajab maka tidak sekali-kali ia meminta kepada Allah SWT pastilah akan di ijabah baginya. Dan barang siapa yang berpuasa 15 hari di bulan rajab maka Allah SWT akan mengampuni dosanya yang telah lalu dan mengganti keburukannya dengan kebaikan. Dan barang siapa yang menambahi puasanya maka Allah akan menambah pahalanya.

Sedangkan untuk keutamaan membaca shalawat di bulan Rajab diantaranya adalah apa yang disabdakan RasuluLlah SAW Yang artinya, “Aku melihat sebuah bengawan pada malam ketika mi’raj, airnya lebih manis daripada madu, lebih dingin daripada salju, dan lebih harum daripada minyak misik. Maka aku bertanya kepada Jibril, ‘Untuk siapa bengawan ini ?’ Maka Jibril menjawab, ‘Ini diperuntukkan bagi orang yang membaca shalawat kepada Engkau di bulan Rajab.

Alkisah diirwayatkan oleh Muqatil yang menerangkan bahwa di belakang gunung QAF ada bumi/daratan berwarna putih sehingga kelihatan nampak seperti hamparan perak. Luasnya adalah tjuh kali luas dunia dan hamparan itu dipenuhi oleh malaikat. (karena saking banyaknya Malaikat sehingga apabila ada sebuah jarum jatuh ke tempat itu niscaya akan mengenai para Malaikat. Pada tiap-tiap tangan dari para malaikat itu ada bendera yang bertuliskan LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADURRASUULULLAH. Mereka berkumpul di sekitar Jabal QAF pada tiap malam jum’at di bulan Rajab. Mereka tadharru’, menghiba di hadapan Allah SWT memohonkan keselamatan bagi umat Naby Muhammad SAW seraya berdo’a,”Yaa Tuhanku berikanlah rahmat kepada umat Muhammad SAW dan jangan Engkau siksa mereka. (Pada malam-malam itu) para malaikat beristighfar dan bertadharu’ / menghiba di hadapan Allah SWT hingga waktu subuh. Maka Allah SWT berfirman kepada mereka, “Wahai para malaikat-Ku, demi keagungan dan kemuliaan-Ku sungguh telah Aku ampuni mereka”.

Dikisahkan bulan rajab apabila telah berlalu maka auranya membubung naik ke langit. Maka Allah berfirman kepadanya, “Wahai bulan-Ku, adakah mereka mencintaimu dan mengagungkanmu ? Maka Rajab tetap diam hingga Allah menyerunya untuk yang kedua dan ketiga kali. Kemudian berkatalah Rajab, “Wahai Tuhan-Ku Engkaulah Dzat yang Maha Menutupi aib. Engkau perintahkan makhluk-Mu agar menutub aib orang lain. Dan Rasul-Mu memberikan nama kepadaku bulan yang tuli oleh karena itu aku mendengar ketaatan mereka dan tidak mendengar maksiyat mereka. Karena itulah aku dinamai bulan yang tuli.

Kemudian berfirman Allah, “Engkau adalah bulanku yang memiliki cacat / aib, yaitu tuli. Dan semua hamba-Ku memiliki aib. Engkau terima mereka dengan keaibannya karena memuliakanmu, sebagaimana Aku terima engkau sedang engkau memiliki aib. Sungguh telah Aku ampuni mereka.

Dan Abu Muhammad Al Khalal menerangkan hadits tentang keutamaan bulan Rajab dari Ibnu Abbas RA, bahwa berpuasa pada awwal bulan rajab dapat menjadi kafarat untuk dosa tiga tahun lamanya. Dan pada hari kedua menjadi kafarat untuk dosa selama dua tahun, dan pada hari ketiga menjadi kafarat untuk satu tahun. Kemudian untuk puasa setiap satu hari sesudahnya menjadi kafarat untuk satu bulan.

Dikisahkan adalah seorang wanita ahli ibadah yang tinggal di Baitul Muqadas. Apabila datang bulan Rajab maka ia setiap hari membaca surah al-Ikkhlas 12 kali dengan niat memuliakan bulan Rajab. Dan adalah dia pada bulan tersebut menanggalkan pakaian yang bagus dan hanya memakai pakaian yang sangat sederhana. Maka pada suatu ketika ia sakit di bulan Rajab dan berwasiyat kepada puteranya apabila ia meninggal hendaklah dikafani dengan pakaiannya yang sederhana tersebut. Akan tetapi sang putera malah mengkafani dengan kain kafan yang bagus karena riya’ kepada manusia. Maka pada malamhari bermimpilah putera tersebut bertemu ibundanya dan sang ibu berkata kepadanya, “Wahai puteraku, mengapa tidak engkau laksanakan wasiyatku, sungguh aku tidak ridha kepadamu. Maka anak tersebut terbangun dair tidur dan segera bergegas pergi ke kubur ibunya dan menggalinya akan tetapi tidak ditemuinya jasad ibunya, maka kemudian menangislah ia sekeras-kerasnya di tempat pemakaman tersebut. Kemudian ia mendengar sebuah suara yang menyeru, “Tidakkah engkau ketahui bahwa orang yang memuliakan bulan Rajab maka dia tidak akan Aku tinggalkan di kuburan seorang diri”

Diriwayatkan dari Abi Bakar As-Shidiq apabila bulan Rajab telah berjalan dan sampai kepada hari jum’at pertama maka semua malaikat baik yang ada di langit maupun di bumi semua berkumpul di ka’bah. Allah pun melihat mereka dan berfirman, “Wahai para malaikat-Ku, mintalah sekehendakmu. Malaikatpun berdoa, “Wahai Tuhanku, keinginan kami adalah agar Engkau memberi ampunan kepada orang yang berpuasa di bulan Rajab. Maka Allah punberfirman, ‘Sunggut telah Aku ampuni mereka semua”.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Semua manusia kelak pada hari kiyamat kelaparan kecuali para Nabi dan ahli baitnya, dan orang yang meu berpuasa pada bulan rajab dan sya’ban dan Ramadhan. Sesungguhnya mereka kenyang, tiada kelaparan bagi mereka dan tidak pula mereka merasa haus.”

Diriwayatkan dalam sebuah hadits, apabila telah datang ahri kiyamat maka ada penyeru yang menyeru “Dimanakah orang-orang yang memuliakan bulan Rajab ? Maka munculah sebuah cahaya yang diikuti Jibril dan Mikail AS, Demikian pula orang-orang yang melakukan ta’at karena bulan rajab mengikuti nur tersebut. Kemudian mereka melewati Shirat seperti kilat yang menyambar. Kemudian mereka semua bersujud di hadapan Allah sebanyak tiga kali karena mereka dapat selamat melewati shirat . Maka Allah Ta’ala berfirman, “Wahai ahli ibadah di bulan Rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini kamu semua telah melakukan sujud di dunia di bulan-Ku (Rajab). Oleh karena itu sekarang berangkatlah kalilan semua ke tempat tinggal kalian (surga).

0 komentar:

Template by - Abdul Munir - 2008