Jumat, 25 Desember 2009

Bisyir Al hafi



Namanya Abu Hafs Bisyir bin Harits Al-Hafi, hidup antara tahun 150-277 H / 767-841 M. Berasal dari Marwa, tinggal di Baghdad dan wafat di tempat yang sama. Dia putera dari saudara perempuan Ali bin Khasyram, seorang mulia yang berkedudukan tinggi.

Hikayat sebab dari taubatnya adalah : Suatu ketika ia sedang berjalan-jalan di suatu jalan, ia menemukan secarik kertas yang bertuliskan الله Azza wa Jalla. Kertas itu lusuh karena habis diinjak-injak orang yang lewat. Bisyir mengambilnnya kemudian membeli minyak wangi dan memoleskannya pada kertas itu lalu disimpannya di celah-celah dinding. Ketika tidur Bisyir mendengar suara yang mengatakan, “Wahai Bisyir, kamu telah mengharumi nama-Ku, maka Aku akan mengharumkan namamu di dunia dan di akhirat.”

Ustadz Ali Ad-Daqaaq rahimahuLlah berkata,” Pernah suatu hari Bisyir lewat di depan beberapa orang, kemudian mereka berkata, “Inilah orang yang tidak pernah tidur semalam suntuk, juga tidak pernah berbuka kecuali sekali dalam tiga hari”. Bisyir pun menangis, lalu ditanyakan sebab menangisnya lalu ia menjawab, ‘ saya tidak ingat bahwa saya tidak tidur semalam suntuk dan tidak berbuka sampai malam ketiga puasa saya, akan tetapi الله SWT telah memberikan kasih sayang dan kemuliaan kepadaku lebih dari orang lain”.

Pada suatu kesempatan Bisyir bercerita, “Saya pernah bermimpi melihat رسول الله SAW, beliau bersabda kepadaku, ‘Wahai Bisyir, mengapa الله SWT mengangkat derajatmu di atas derajat para sahabat-sahabatmu ?’. Aku menjawab,’Tidak Tahu wahai رسول الله’. Beliau berkata, “Karena perbuatanmu yang mengikuti sunahku, baktimu kepada orang-orang saleh, saran baikmu kepada saudara-saudaramu, dan rasa cintamu kepada sahabat-sahabatku dan ahlul baitku. Itulah yang menjadikan sebab kamu sampai pada tingkatan orang-orang saleh”.

Bilal Al Khawas bercerita, “Saya pernah berada di padang sahara yang dihuni orang-orang bani Israel. Tiba-tiba seorang lelaki muncul dan berjalan menemaniku. Saya heran, siapakah gerangan orang ini. Tidak berapa lama saya diberi ilham bahwa itu adalah Khidr AS. Sayapun kemudian beranjak dan menemui lelaki itu dan bertanya, “Demi kebenaran, Siapakah kamu sebenarnya ?”.

“Saudaramu Khidr”. Jawabnya.

“bagaimana pendapatmu tentang Imam syafi’i RahimahuLlah”. Tanyaku.

“Dia adalah termasuk pemelihara agama”. Jawabnya.

“Bagaimana pendapatmu tentang Imam Ahmad bin Hanbal?”

“Dia termasuk seorang yang Shidiq”.

“Bagaimana pendapatmu tentang Bisyir bin Al-Harits Al-Hafi ?”tanyaku lagi.

“Tidak ada orang seperti dia sesudahnya kelak”.

“Apakah yang bisa menjadikanku sehingga dapat bertemu denganmu?”

“Karena kebaikanmu pada ibumu”.

Dalam kisah yang berbeda Abu AbdiLlah Ahmad bin Al-Jalla’ berkata, “Saya pernah bertemu Dzunun Al-Mishri. Dia adalah orang yang banyak memberikan pelajaran. Saya juga pernah bertemu Sahal, dia adalah orang yang banyak memberikan teladan, disamping sikapnya yang sangat wara’. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Lalu kepada siapakah kamu condong ?”.

Dia menjawab, “Kepada guruku Bisyir bin Al-Harits.

Diceritakan bahwa Bisyir bin Al-Harits adalah orang yang gemar dengan makanan kacang-kacangan. Namun dalam beberapa tahun berikutnya dia tidak memakannya. Setelah dia wafat, ada seseorang yang bertemu dengannya dan bertanya, “Apa yang telah الله lakukan terhadapmu ?”

Dia maenjawab, “الله telah mengampuniku dan menyuruhku dengan berfirman, ‘Makanlah wahai orang-orang yang belum makan, dan minumlah wahai orang-orang yang belum minum”.

Bisyir bin Al-Harits juga pernah menasihatkan bahwa perkara yang halal tidak akan dapat berkumpul dengan hal-hal yang berlebihan (melampaui batas), dan orang yang suka popularitas tidak akan mendapatkan manisnya akhirat”.

Pernah seseorang bertemu dengannya dalam sebuah mimpi, dan bertanya, “Apakah yang telah الله lakukan terhadapmu ?”

الله telah mengamuniku dan telah mengijinkanku untuk menikmati separuh surga. الله juga mengatakan kepadaku, ‘wahai Bisyir, seandainya engkau bersujud kepada-Ku di atas bara api, maka sujudmu itu belum mencukupi rasa syukurmu terhadap nikmat yang Aku berikan kepadamu’’.

0 komentar:

Template by - Abdul Munir - 2008